Resume Materi Ppkmb Univ Hari Kedua



Materi 1: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri 
(Ainun Najib, Ahli IT Indonesia)

Sekarang kita hidup di era digital dan revolusi industri baru, di mana kehadiran AI (Artificial Intelligence) menjadi teknologi yang sangat berpengaruh, layaknya listrik ketika pertama kali ditemukan. AI berkembang cepat: dulunya hanya terbatas pada fungsi spesifik seperti rekomendasi video atau peta, kini sudah bisa menjadi teman diskusi dan bahkan membantu akademik.
Tantangan terbesar bagi mahasiswa adalah bagaimana bisa menggunakan AI dengan bijak agar tidak merugikan diri sendiri. Menurut Kai-Fu Lee (AI Superpower, 2018), ada dua hal penting yang sulit digantikan oleh AI:

1. Kreativitas – kemampuan manusia menciptakan ide baru, berpikir strategis, dan cerdik.

2. Sentuhan Kemanusiaan – terutama dalam bidang yang melibatkan emosi dan empati, misalnya kesehatan.

Contoh penerapannya:

Kesehatan → proses teknis seperti dosis obat bisa diotomasi robot, tetapi perawat atau dokter tetap dibutuhkan untuk memberikan sentuhan manusia dalam perawatan pasien.

Pendidikan → konten belajar bisa diakses lewat platform edutech, namun peran guru/dosen tetap penting untuk interaksi, bimbingan, dan kreativitas dalam proses belajar.

Intinya, revolusi AI ini menuntut mahasiswa untuk siap beradaptasi. AI memang memudahkan, tetapi yang akan tetap bertahan dan sangat dibutuhkan adalah kreativitas, empati, serta kemampuan manusia untuk memberikan makna dalam setiap interaksi.



Materi 2:  Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

(Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024) 

Korupsi membuat uang negara yang seharusnya cukup menjadi tidak cukup karena diselewengkan. Dampaknya terasa di berbagai sektor, mulai dari pembangunan, layanan publik, hingga kesehatan, di mana biaya yang mestinya murah justru membengkak. Alat kesehatan atau proyek sering kali dibeli bukan karena kebutuhan, melainkan untuk mendapatkan keuntungan pribadi melalui praktik “kickback”.

Korupsi juga merusak:

1. Demokrasi → Pemilu dipengaruhi money politics; wakil rakyat akhirnya berfokus mengembalikan modal, bukan melayani rakyat.

2. Hukum → Pasal dan penegakan hukum bisa diperjualbelikan; hukum menjadi tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

3. Sumber Daya Manusia → Korupsi dalam izin pembangunan (misalnya AMDAL) merusak lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

4. Pasar dan Ekonomi → Harga dan kualitas barang tidak lagi ditentukan efisiensi, melainkan sogokan; merusak keadilan pasar.

5.Hak Asasi Manusia → Pelayanan publik yang buruk akibat korupsi melanggar hak dasar masyarakat.

6. Kejahatan Lain → Korupsi melahirkan pencucian uang dan tindak pidana turunan lainnya.

Korupsi mengubah negara dari yang seharusnya melayani rakyat menjadi menindas rakyat. Karena itu, korupsi harus diberantas demi keadilan, kesejahteraan, dan masa depan bangsa.



Materi 3: Mahasiswa Unusa Sebagai Generasi Aswaja An-Nahdiyah

(KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU Jawa Timur)

Ahlussunnah wal Jamaah merupakan ajaran pokok yang menjadi dasar bagi Nahdlatul Ulama (NU). Secara bahasa, ahlun berarti pengikut, sementara al-jamaah berarti umat Islam. Titik penting yang sering menjadi perbedaan terletak pada pemaknaan kata sunnah. Menurut Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, sunnah dalam konteks ini bukan hanya sunnah fi’liyah (perbuatan Nabi yang dikaji dalam ilmu hadis), bukan pula sunnah hukum dalam fiqih, melainkan ath-thariqah al-mardhiyyah al-maslûkah fî ad-dîn, yaitu metode beragama yang telah dijalani oleh Nabi, para sahabat, serta para imam mazhab.

Dalam riwayat Thabrani, disebutkan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah adalah kelompok mayoritas. Mayoritas umat Islam di dunia memang mengikuti empat mazhab besar: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Hal ini menunjukkan bahwa NU tidak sendirian, karena di berbagai belahan dunia—seperti Mesir, Turki, hingga Suriah—Islam dipraktikkan dengan mengikuti sistem mazhab yang sama.

Ciri Ahlussunnah wal Jamaah ala NU dapat dilihat dari tiga aspek. Dalam akidah, NU mengikuti Imam Asy’ari. Dalam fiqih, NU berpegang pada empat mazhab. Adapun dalam tradisi keagamaan, NU memiliki tanda-tanda khas seperti membaca doa qunut dalam salat Subuh, melantunkan sholawat, tahlil, ziarah kubur, hingga bersedekah atas nama orang yang sudah wafat. Semua ini merupakan praktik yang bersandar pada dalil dan memiliki sanad keilmuan dari para ulama.

Lebih jauh, NU mengajarkan pola pikir moderat. Sikap ini tercermin dalam empat prinsip utama: tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil). Dengan prinsip-prinsip ini, NU menolak segala bentuk ekstremisme, baik kanan maupun kiri. Bahkan, para kiai NU menekankan pentingnya sikap toleransi, bukan hanya kepada sesama muslim, tetapi juga kepada non-muslim. Dari sinilah NU berupaya mewujudkan Islam yang benar-benar menjadi rahmatan lil ‘alamin.

Tugas utama NU ada dua. Pertama, menjaga Ahlussunnah wal Jamaah sebagai metode beragama yang lurus dan moderat. Kedua, menjaga kebangsaan, sebab cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Dengan keduanya, NU berkomitmen melahirkan generasi muslim yang berakidah kuat, berfiqih kokoh, berakhlak mulia, serta berperan aktif dalam membangun bangsa.

Sebagai kampus yang bernafaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memegang peran penting untuk melanjutkan perjuangan para ulama. Mahasiswa UNUSA diharapkan bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter Aswaja An-Nahdiyah: moderat, seimbang, toleran, dan cinta tanah air.

Generasi ini menjadi garda terdepan dalam merawat tradisi Islam yang ramah dan menjaga kebangsaan. Dengan bekal ilmu pengetahuan modern, mahasiswa UNUSA harus mampu menggabungkan nilai akademik dengan nilai-nilai Aswaja, sehingga kelak lahirlah kader-kader bangsa yang berkompeten, berintegritas, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Inilah wujud nyata mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdiyah: generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi rahmat bagi semesta.


Lihat juga tugas resume teman saya:  nabilah


















































































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Peran Legislatif

Perjalanan Saya Mengatasi Ketidakpercayaan Diri

Resume Materi 1-5 Ppkmb Prodi S1 Keperawatan